Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

3 Sumpah Nasional Yang Dapat Merubah Nasib Bangsa dan Negara

· 4 menit baca

3 Sumpah Nasional Yang Dapat Merubah Nasib Bangsa dan Negara

Sumpah Palapa, Sumpah Pemuda, dan sumpah jabatan menghubungkan perjalanan persatuan dengan tanggung jawab membangun Indonesia melalui pengabdian

 

Sumpah mengandung kesungguhan mengikat diri pada tujuan dan tanggung jawab membuktikannya. Dalam perjalanan sejarah Nusantara hingga Indonesia merdeka, makna tersebut dapat ditelusuri melalui 3 Sumpah Nasional yaitu Sumpah Palapa, Sumpah Pemuda, dan sumpah jabatan.

 

 3 sumpah

Menurut Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtaba Mu’thi, sebagaimana dirangkum opshidmedia.net pada 28 Oktober 2024, ketiganya merupakan sumpah yang dapat mengubah nasib bangsa dan negara. Artikel tersebut menekankan pentingnya kesadaran dan kecintaan terhadap tanah air dalam menjalankannya.

 

Ketiga sumpah lahir dalam konteks berbeda. Namun, sebagai refleksi kebangsaan, ketiganya memperlihatkan hubungan antara tekad, persatuan, dan pengabdian.

 

 

1334–1336: Sumpah Palapa dan Cakrawala Nusantara

Sumpah Palapa dikaitkan dengan pengangkatan Gajah Mada sebagai Patih Amangkubhumi Majapahit, pada masa Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Media Indonesia menyebut peristiwa itu berlangsung pada 1336, sedangkan abstrak buku Mohammad Yamin dalam katalog Perpustakaan Kabupaten Bantul mencantumkan 1334.

 

 3 sumpah

Pengucapannya dikaitkan dengan pusat pemerintahan Majapahit di Trowulan, Mojokerto. Namun, lokasi bangunan secara spesifik belum dapat dipastikan berdasarkan penjelasan arkeolog Dwi Cahyono dalam pemberitaan detikcom.

 

Pokok sumpahnya ialah tekad Gajah Mada menangguhkan amukti palapa sebelum menundukkan wilayah-wilayah yang disebutnya, antara lain Gurun, Seram, Tanjungpura, Pahang, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik.

 

Latar belakangnya adalah perluasan kekuasaan Majapahit. Nusantara menjadi ruang tujuan politik yang melampaui pusat kerajaan. Dalam pembacaan masa kini, tekad tersebut dapat menginspirasi persatuan, dengan tetap membedakannya dari nasionalisme Indonesia modern.

 

 

1928: Identitas Indonesia Menyatukan Pemuda

Sekitar 594 tahun setelah 1334, atau 592 tahun setelah 1336, lahirlah Sumpah Pemuda.

 

3 sumpah
Caption

 

Pada 28 Oktober 1928, peserta Kongres Pemuda Kedua menyepakati ikrar kebangsaan di Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat 106, Jakarta. Kongres berlangsung pada 27–28 Oktober di tiga lokasi dan melibatkan berbagai perkumpulan pemuda.

 

Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia menggagas kongres. Sugondo Djojopuspito memimpinnya, sedangkan Mohammad Yamin merumuskan keputusan yang dibacakan pada penutupan.

 

Isi pokoknya menegaskan satu tanah air, Indonesia; satu bangsa, Indonesia; serta menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Latar belakangnya ialah kebutuhan memperkuat persatuan gerakan kebangsaan di tengah penjajahan dan keragaman organisasi daerah.

 

Sumpah Pemuda mematangkan kesadaran nasional yang telah tumbuh sebelumnya. Bahasa Indonesia menjadi alat persatuan yang mempertemukan perbedaan dalam perjuangan menuju kemerdekaan.

 

 

1945: Persatuan Mengantarkan Proklamasi

Sekitar 17 tahun kemudian, Soekarno, didampingi Mohammad Hatta, membacakan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

 

 3 sumpah

Peristiwa itu berlangsung setelah perjuangan panjang, menyerahnya Jepang kepada Sekutu, dan desakan kaum muda agar kemerdekaan segera diumumkan. Sehari kemudian, 18 Agustus 1945, PPKI menetapkan UUD 1945 serta memilih Soekarno dan Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden. 

 

 

Sumpah Jabatan: Mengisi Kemerdekaan dengan Pelayanan

Dalam republik, sumpah jabatan mengikat pemegang kekuasaan pada kewajibannya. Pasal 9 UUD 1945 mengatur sumpah atau janji Presiden dan Wakil Presiden sebelum memangku jabatan.

Pokoknya mencakup pelaksanaan tugas secara adil, kesetiaan kepada konstitusi, ketaatan terhadap peraturan, serta pengabdian kepada nusa dan bangsa.

 

 3 sumpah

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengucapkan sumpah jabatan pada 20 Oktober 2024, dalam Sidang Paripurna MPR di Gedung Nusantara, Jakarta, sebagai bagian peralihan kepemimpinan setelah pemilihan umum.

 

Dalam pidato pelantikannya, Prabowo menegaskan:

“Sumpah tersebut akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab dan dengan semua kekuatan yang ada pada jiwa dan raga kami.”

 

Ia juga menyatakan akan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat, termasuk masyarakat yang tidak memilihnya. Komitmen tersebut dapat dinilai melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan pemerintah.

 

OPSHIDMedia mengingatkan bahwa kesungguhan menjalankan sumpah jabatan berdampak kepada masyarakat dan berkaitan dengan pemerintahan yang jujur, adil, serta bersih dari korupsi.

 

Benang merah ketiganya terletak pada pembuktian komitmen. Persatuan yang diperjuangkan perlu dijaga melalui pelayanan yang adil. Kesungguhan tersebut dapat memperkuat harapan Indonesia menjadi Mercusuar Imam Perdamaian Dunia melalui keteladanan, selaras dengan cita-cita perdamaian dalam Pembukaan UUD 1945.

 

 karawang.opshidmedia.net

 

 

 

Sumber Berita dan Rujukan:

1. [OPSHIDMedia — Dari 3 Sumpah Nasional Ini, Dampaknya Meluas Ke Seluruh Tanah Air](https://www.opshidmedia.net/jurnal/270/dari-3-sumpah-nasional-ini-dampaknya-meluas-ke-seluruh-tanah-air), 28 Oktober 2024.

2. [Media Indonesia — Ini Isi dan Tujuan Gajah Mada Mengucapkan Sumpah Palapa](https://mediaindonesia.com/humaniora/442473/ini-isi-dan-tujuan-gajah-mada-mengucapkan-sumpah-palapa), 26 Oktober 2021.

3. [Perpustakaan Kabupaten Bantul — Katalog Buku Karya Mohammad Yamin](https://perpusda.bantulkab.go.id/pc/54165).

4. [detikcom — Penelusuran Lokasi Sumpah Palapa](https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4311856/gajah-mada-ucapkan-sumpah-palapa-di-blitar-awas-cek-lagi-kebenarannya), 22 November 2018.

5. [Museum Sumpah Pemuda — Sejarah Sumpah Pemuda](https://muspada.kemenbud.go.id/sejarah-sumpah-pemuda/).

6. [Sekretariat Negara — Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945](https://www.setneg.go.id/baca/index/membuka_catatan_sejarah_detik_detik_proklamasi_17_agustus_1945).

7. [ANRI — Menelusuri Jejak Konstitusi Indonesia](https://www.anri.go.id/publikasi/berita/menelusuri-jejak-konstitusi-indonesia-melalui-pameran-arsip).

8. [Sekretariat Negara — Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI](https://www.setneg.go.id/baca/index/prabowo_subianto_dan_gibran_rakabuming_resmi_dilantik_sebagai_presiden_dan_wakil_presiden_ri), 20 Oktober 2024.

9. [Sekretariat Negara — Transkrip Pidato Pelantikan Prabowo Subianto](https://www.setneg.go.id/baca/index/pidato_presiden_prabowo_subianto_pada_sidang_paripurna_mpr_ri_dalam_rangka_pelantikan_presiden_dan_wakil_presiden_ri_terpilih_periode_2024_2029), 20 Oktober 2024.

10. [JDIH DPR RI — Pembukaan dan Pasal 9 UUD 1945](https://jdih.dpr.go.id/setjen/index/id/UUD-1945-BAGIAN-PERTIMBANGAN-DAN-DOKUMENTASI-INFORMASI-HUKUM).

Penulis:

Editor: Teguh