ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Shiddiqiyyah Perkuat Organisasi, Teguhkan Peran Bentengi NKRI
· 2 menit baca · Diperbarui
Penguatan organisasi di Karawang mengajak warga Shiddiqiyyah merawat persatuan serta mewujudkan cinta tanah air melalui pengabdian sosial.
KARAWANG, OPSHIDMedia — Peran tarekat dalam menjaga persatuan menjadi pokok pembahasan acara Penguatan Organisasi warga Shiddiqiyyah di Karawang, Ahad (18/10/2026). Pertemuan ini menekankan pentingnya kebersamaan dan organisasi untuk menerjemahkan nilai cinta tanah air menjadi pengabdian yang nyata.
Kegiatan berlangsung di Pendopo Wojo Kebak Kamulyan, Perum Puri Teluk Jambe Blok B3 Nomor 12, Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang. Acara pukul 09.00–15.00 WIB tersebut dihadiri warga Shiddiqiyyah dari berbagai daerah, termasuk Bekasi, Subang, dan Bandung.
![]()
Pemateri kegiatan, Khoirul Mudzakkir, Wali Talqin Thoriqoh Shiddiqiyyah, menyampaikan bahwa kehidupan beragama memiliki kaitan dengan tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa. Ia mengingatkan peserta tentang peran lingkungan keagamaan dalam memperkuat kehidupan bersama.
Kaum Tarekat, Pesantren, dan Mushola yg mengajarkan Cinta Tanah Air sebagai Benteng Negara
Dalam pemaparannya, Khoirul merujuk buku Cita-Cita Perjuangan karya Abu Hanifah. Menurut penuturannya, buku tersebut menyebut tiga benteng negara, yakni kaum tarekat, pesantren-pesantren, dan mushola yang mengajarkan Cinta Tanah Air.
Rujukan itu disampaikan untuk mengajak warga memahami peran komunitas keagamaan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari perpecahan. Dalam konteks penguatan organisasi, peran tersebut dihubungkan dengan upaya merawat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Thoriqoh Shiddiqiyyah menanamkan nilai cinta tanah air melalui ajaran dan kegiatan sosial. Program Rumah Syukur dan santunan nasional menjadi contoh pengabdian yang dikemukakan dalam bahan kegiatan ini.
Melalui program tersebut, semangat kebangsaan diwujudkan dalam kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Membantu sesama menjadi salah satu cara membangun hubungan sosial dan memperkuat rasa persaudaraan.
Mengorganisasi Kebaikan agar Lebih Kuat
Khoirul juga menekankan pentingnya berorganisasi. Menurutnya, niat baik membutuhkan keteraturan dan kebersamaan agar dapat dijalankan dengan kuat.
“Kebaikan yang tidak terorganisir akan dengan mudah dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir,” kata Khoirul Mudzakkir.
Ia menggunakan tubuh manusia sebagai perumpamaan organisasi. Bagian-bagian tubuh memiliki fungsi yang saling berkaitan dan bekerja sebagai satu kesatuan. Melalui gambaran tersebut, ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia sendiri memperlihatkan pentingnya hubungan antarbagian.
Pesan itu memberi konteks bagi kegiatan sosial yang dijalankan bersama. Organisasi menjadi sarana untuk menghimpun partisipasi, membagi tanggung jawab, dan menggerakkan kepedulian menjadi tindakan.
Menjaga Persaudaraan dan Ketelitian Bermedia
Selain membahas organisasi, Khoirul mengingatkan peserta agar berhati-hati terhadap informasi yang dikonsumsi. Ia berpesan supaya setiap informasi diperiksa faktanya dan tidak diterima mentah-mentah, karena informasi dapat menggerakkan jiwa seseorang.
Pesan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Ketelitian menerima informasi diperlukan agar warga tidak mudah terbawa kabar yang menimbulkan prasangka atau merenggangkan persaudaraan.
![]()
Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Pertemuan ditutup dengan shodaqoh spontanitas, kemudian ramah tamah dan makan bersama. Warga dari berbagai daerah pun memperoleh kesempatan untuk mempererat shillaturrochmi secara langsung.